AD (728x90)

_

Tampilkan postingan dengan label Berkemajuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berkemajuan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2015

PENGHUJUNG TAHUN BUKAN BERARTI PENGHUJUNG SEMANGAT (Pelatihan Kader Taruna Melati II Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bojonegoro)

10882154_1012565232102969_5894187934278753688_nPenghujung tahun 2014 menjadi pilihan bagi Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bojonegoro untuk melaksanakan Pelatihan Kader Taruna Melati II, dengan tema Mengokohkan Ideologi Islam untuk Pelajar Berkemajuan. Taruna Melati yang diikuti oleh kurang lebih 28 peserta – utusan dari seluruh cabang yang ada di Bojonegoro – terselenggara di Perguruan Muhammadiyah Sugihwaras, tepatnya di SMP Muhammadiyah 6 Sugihwaras, Bojonegoro. Dibuka pada hari Jumat, 19 Desember 2014 oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoro sukses terselenggara hingga tanggal 22 Desember 2014.
Peserta yang mengikuti Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoo ini mulai dari pelajar SMP, SMA, dan ada beberapa yang duduk di bangku kuliah. Meski demikian mereka bisa menyatu dan saling bertukar pikiran, serta bersama-sama mengikuti serangkaian acara yang sudah terencana. Perbedaan usia tidak menjadikan mereka merasa minder dan takut untuk melempar pertanyaan kepada para pemateri, bahkan celetukan-celetukan ringan untuk sekadar menghangatkan suasana kerap terdengar dari para peserta.

Materi yang disampaikan pada Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoro di antaranya adalah Ketauhidan; 12 Langkah Muhammadiyah; MKCHM; Pelajar Dulu, Sekarang, dan Masa Depan; dan masih ada beberapa lainnya. Materi yang demikian tentu juga didukung oleh pemateri yang berkompeten. Banyak pelajaran dan pemahaman yang diperoleh dari pemateri-pemateri yang hadir, banyak pula pesan yang disampaikan untuk pelajar. Salah satunya adalah dari Bapak Roli Abdul Rohman yang menyampaikan materi 12 Langkah Muhammadiyah, “Pelajar sekarang dekat dengan IT. Sebagai seorang pelajar jadikan IT sebagai sarana untuk mencerdaskan diri dan mencerahkan jiwa”.

Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoro ini juga dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur yaitu Ipmawan Wahyi Ba’dal Fitri dan Ipmawan A. Nurefendi Fradana (yang Desember lalu dilantik menjadi ketua bidang PIP Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah). Beberapa alumni juga hadir dalam agenda ini, turut meramaikan dan memberi semangat untuk kawan-kawan yang mengikuti TM II.

10882140_1012565692102923_1837869036765457286_nTerselenggaranya Pelatihan Kader Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoro ini tidak lepas dari kerja keras dan perjuangan seluruh personil Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bojonegoro dan Panitia Lokal dari Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sugihwaras yang menyediakan seluruh fasilitas selama berlangsungnya Taruna Melati II. Teruslah berjuang, berlomba-lomba dalam kebaikan, dan mencetak prestasi. Berakhirnya TM II bukan berarti berakhir pula perjuangan, jadikan TM II sebagai suntikan semangat untuk terus berjuang dan berkarya.
Nuun wal qolami wamaa yasthuruun. 
IPM Jaya!!! IPM Jaya!!! IPM Jaya!!!

Kamis, 05 Juni 2014

Sekolah Ilmu Pelajar Berkemajuan, IPM Jawa Timur


Malang - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur melaksanakan kegiatan Sekolah Ilmu Pelajar Berkemajuan dan PElatihan Da'i Pelajar Muhammadiyah yang bertempat di Panti Asuhan Putera Muhamadiyah yang dilaksanakan tepat pada hari Kamis, 29 Mei dan akan berakhir pada hari Minggu, 31 Mei 2014. Pelatihan ini, Sekolah Ilmu Pelajar Berkemajuan khususnya diikuti oleh 23 peserta dari berbagai daerah Se-Jawa Timur. Acara semakin menarik dengan adanya pemateri yang memang ahli dalam bidangnya, dengan peserta yang aktif, semakin menambah keseruan acara ini. Para peserta diharapkan bisa mengambil manfaat dari acara ini dan mengimplementasikannya secara real. (uum_gresik)

Selasa, 18 Februari 2014

5 PONDASI ISLAM BERKEMAJUAN

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan merekalah orang-orang yang beruntung. “
(QS Ali Imran : 104) 
Kyai Ahmad Dahlan seorang Pembaharu Islam Indonesia berhasil membangun Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan Islam yang modern dan maju. Spirit Kemajuan itu  menginspirasi Muhammadiyah menjadi sebuah gerakan dakwah yang  memberdayakan. Yang karena spirit itu para penerusnya berhasil mendokumentasikan karya nyata berbentuk amal usaha Muhammadiyah yang berjumlah puluhan ribu dari play group sampai perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, koperasi, baitul maal, lembaga zakat, hingga lembaga keuangan yang tersebar seantero nusantara bahkan sampai keluar negeri.
Dengan telaah kritis terhadap buku Islam Berkemajuan, sebuah memoir yang ditulis oleh Kyai Syudja’, salah seorang murid dan santri beliau sekaligus generasi awal pelaku pembaharuan Islam di Indonesia, DR. Abdul Mu’ti, M.Ed, menyimpulkan bahwa ada 5 Fondasi yang menginspirasi Muhammadiyah mampu berbuat untuk umat.
Pertama, Tauhid yang murni
Tauhid adalah doktrin sentral ajaran Islam. Tauhid adalah pintu gerbang Islam. Salah satu misi utama Muhammadiyah adalah menegakkan tauhid yang murni. Muhammadiyah sering kali disebut sebagai gerakan Islam Puritan karena keteguhannya dalam mengajak masyarakat untuk senantiasa berpegang pada aqidah yang lurus, bersih dari anasir yang merusak. Dengan Tauhid yang murni manusia bisa mendapatkan kekuatan dalam hidup. Tauhid membentuk manusia yang berjiwa merdeka. Keyakinannya kepada Allah dengan sifat-sifat dan keagungan-Nya membuat mausia tabah dalam menghadapi kesulitan hidup, berbuat baik kepada sesama dan tidak takabur ketika sedang berkuasa.
Kedua, Memahami Al Qur’an dan As Sunnah secara mendalam
            Bagi Muhammadiyah, beragama harus berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah. Muhammadiyah melarang sikap taklid, beribadah tanpa dasar-dasar dan pemahaman yang mendalam. Muhammadiyah mengajak umat Islam untuk senantiasa berpegang teguh pada Al Qur’an dan As Sunnah dan menjadikannya dasar dalam beribadah dan bermuamalah. Muhammadiyah berpendapat bahwa pemahaman terhadap Al Qur’an dan As Sunnah masih terbuka. Begitu pula pemahaman terhadap Islam. Muhammadiyah tidak menolak eksistensi Madzhab tertentu, tetapi tidak mengikuti Madzhab tertentu secara taken for granted, pasrah bongkokan. Dengan berlandaskan pada Al Qur’an dan As Sunnah setiap amal manusia memiliki dimensi transendental dan fondasi yang kokoh. Dengan penafsiran dan pengkajian kembali Al Qur’an dan As Sunnah diharapkan diperoleh pemahaman yang genuine dan aktual.
Ketiga, Melembagakan amal shalih yang fungsional dan solutif
Iman tidak akan sempurna tanpa amal shalih. Tetapi bagi Muhammadiyah amal shalih bukan semata-mata ritual ibadah mahdhah semata, tetapi berupa karya yang bermanfaat, merefleksikan kerahmatan Islam dan kasih sayang Allah. Amal shalih bagi Muhammadiyah bukanlah eskapisme, menunaikan ibadah dengan mengasingkan diri dari manusia dan berbagai permasalahan hidup dengan asyik masyuk ritual dan dzikir spiritual. Amal shalih adalah amal yang bermanfaat dan solutif.
Keempat, Berorientasi kekinian dan masa depan
Salah satu sebab kemunduran umat Islam adalah romantisme masa lalu yang berlebihan. Tidak ada keraguan bahwa kaum Muslim telah berhasil mencapai kejayaan melalui karya-karya yang mengagumkan. Intelektual Muslim Masa Pertengahan mampu menyusun karya-karya cemerlang yang menyinari dunia dan menuntun masyarakat Barat yang masih hidup dalam gelap gulita. Tetapi mengagungkan masa lalu yang sudah terkubur oleh waktu bisa menjadi “candu” yang membuat kita mabuk dengan impian semu dan nostalgia yang menina bobo. Prestasi gemilang itu milik para intelektual dan tokoh yang menciptakannya, bukan milik kita sekarang ini. Umat Islam perlu bersikap realistis terhadap keadaan masa kini. (Syafi’I Maarif, 2009)
Para pendiri Muhammadiyah memberikan contoh bagaimana membangun Islam yang bekemajuan. Pertama, melihat Islam sebagai realitas kekinian dan kedisinian. Kedua, mejadikan realitas, konteks situasi dan kondisi untuk merancang masa depan yang lebih baik. Semangat ini terwujud melalui pemikiran dan langkah cerdas yang dilakukan para pendiri Muhammadiyah  sehingga saat ini kita bisa melihat visi mereka dengan berdirinya amal usaha Muhammadiyah di tiap sudut wilayah negeri ini, yang kian hari kian berkembang baik dari kuantitas dan kualitasnya. Yang dengan kesadaran penuh hal ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi dan pemberdayaan umat Islam.
Kelima, Bersikap toleran, moderat dan suka bekerjasama
Sebagian masyarakat masyarakat menilai anggota Muhammadiyah bersikap elitis dan eksklusif. Fanatisme dan militansi menegakkan Islam murni yang berlebihan terkadang membuat kita over reaktif kepada mereka yang berbeda paham. Kita tidak leluasa bergaul hanya karena masalah-masalah agama yang sepele, khilafiyah furuiyah, ecek- ecek.
Padahal generasi awal Muhammadiyah begitu toleran, sangat menghormati dan mengakomodasi berbagai hal selama tidak mempengaruhi prinsip penegakan tauhid. Kerjasama juga dilakukan dengan para tokoh organisasi sosial di masa itu untuk tujuan bersama yang lebih besar yaitu mengangkat kehormatan kaum bumi putera dari keterpurukan akibat kolonialisme.
Semoga kita mampu menangkap spirit generasi awal pendiri Muhammadiyah. Bukan untuk menjiplak karya-karya monumental mereka dan mereplika secara utuh, akan tetapi dengan semangat pembaharuan, tajdid, yang sudah menjadi karakter Muhammadiyah kita bisa melakukan kreasi dan inovasi yang lebih baik sebagai bentuk pelaksanaan amanah terhadap tegaknya Islam dan kehormatan kaum muslimin.
Oleh : Santoko Kunariyo

 

© 1435 H | 2014 M. Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur - Created by PIP IPM Jawa Timur