AD (728x90)

_

Tampilkan postingan dengan label Idul Adha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Idul Adha. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 September 2014

Muhammadiyah: Idul Adha Jatuh 4 Oktober 2014

 
JAKARTA –- Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah menegaskan bahwa Hari Raya Idul Adha Jatuh Pada Sabtu, 4 Oktober 2014. Penentuan hari raya tersebut dilakukan melalui metode Hisab.

“PP Muhammadiyah telah sepakat Idul Adha jatuh pada tanggal 4 Oktober 2014,” ujar Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas kepada ROL, Rabu (17/9). Untuk itu ia mengimbau kepada umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah untuk melakukan shalat Idul Adha pada tanggal tersebut. Selain itu, umat Islam disunnahkan untuk melakukan puasa sunnah ‘Arofah sehari sebelumnya.


Yunahar berharap agar ketetapan Hari Raya Idul Adha tersebut bersamaan dengan hari raya yang akan ditetapkan pemerintah Arab Saudi. Menurut dia, Pemerintah Arab Saudi baru akan memutuskan jatuhnya hari raya Idul Adha pada Kamis (25/9) nanti. 


Ia juga mengimbau warga Muhammadiyah dan umat Islam secara keseluruhan untuk berqurban. “Silahkan berqurban, bagi yang mampu untuk berqurban. Minimal satu keluarga satu kambing. Atau sepertujuh dari satu ekor sapi,” .


Selanjutnya, hewan kurban yang disembelih sebaiknya dibagi secara merata, dan mengutamakan orang yang berhak menerimanya. Hal itu itujukan agar terjadi pembagian secara merata.


“Jangan sampai di satu desa kelebihan daging qurban, sementara di desa lain ada yang kekurangan,” ujar dia. Prof. YUNAHAR menyatakan, momentum hari raya qurban ini merupakan saat yang membahagiakan bagi umat Islam, terutama kaum miskin dan duafa’ untuk menyantap daging kurban yang tidak biasa dikonsumsi setiap saat. [sp/RoL]

Senin, 14 Oktober 2013

Story Of Idul Adha

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam. Berikut ini akan saya jelaskan sejarah singkat dari pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.
Nabi Ibrahim as, melaksanakan perintah ilahi itu dengan tulus, namun Allah berkehendak lain. Perintah ilahi berikutnya datang dan Ibrahim diperintah untuk melepaskan Ismail dan menyembelih seeokor binatang kurban yang telah dipersiapkan oleh Allah sebagai gantinya. Pada hari itu diperingati peristiwa kurban

Peristiwa yang terjadi di masa lalu itu adalah kisah penuh pelajaran. Kisah kepasrahan mutlak dan ketundukan penuh kepada kehendak Allah. Karena itu kisah tersebut diabadikan oleh Allah dalam syariat yang diturunkan-Nya berupa berbagai manasik haji. Dalam syariat Islam tanggal 10 Dzulhijjah diperingati sebagai Hari Raya Idul Adha yang berarti hari raya kurban.
Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan shalat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah shalat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Hari Raya Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.
Pada hari ini, jemaah haji yang melaksanakan ibadah haji bergerak menuju Mina setelah melakukan wukuf di padang Arafah dan mabit di Muzdalifah. Di Mina, mereka melakasanakan lempar Jumrah Aqabah lalu menyembelih binatang kurban. Semua itu dilakukan mengikuti jejak Nabi Ibrahim as yang menyembelih binatang kurban setelah beliau berhasil melewati ujian terberat dengan perintah Allah untuk menyembelih anaknya yang tercinta, Ismailas.
 
Sumber : www.kumpulansejarah.com

 

© 1435 H | 2014 M. Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur - Created by PIP IPM Jawa Timur