AD (728x90)

_

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2015

PENGHUJUNG TAHUN BUKAN BERARTI PENGHUJUNG SEMANGAT (Pelatihan Kader Taruna Melati II Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bojonegoro)

10882154_1012565232102969_5894187934278753688_nPenghujung tahun 2014 menjadi pilihan bagi Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bojonegoro untuk melaksanakan Pelatihan Kader Taruna Melati II, dengan tema Mengokohkan Ideologi Islam untuk Pelajar Berkemajuan. Taruna Melati yang diikuti oleh kurang lebih 28 peserta – utusan dari seluruh cabang yang ada di Bojonegoro – terselenggara di Perguruan Muhammadiyah Sugihwaras, tepatnya di SMP Muhammadiyah 6 Sugihwaras, Bojonegoro. Dibuka pada hari Jumat, 19 Desember 2014 oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoro sukses terselenggara hingga tanggal 22 Desember 2014.
Peserta yang mengikuti Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoo ini mulai dari pelajar SMP, SMA, dan ada beberapa yang duduk di bangku kuliah. Meski demikian mereka bisa menyatu dan saling bertukar pikiran, serta bersama-sama mengikuti serangkaian acara yang sudah terencana. Perbedaan usia tidak menjadikan mereka merasa minder dan takut untuk melempar pertanyaan kepada para pemateri, bahkan celetukan-celetukan ringan untuk sekadar menghangatkan suasana kerap terdengar dari para peserta.

Materi yang disampaikan pada Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoro di antaranya adalah Ketauhidan; 12 Langkah Muhammadiyah; MKCHM; Pelajar Dulu, Sekarang, dan Masa Depan; dan masih ada beberapa lainnya. Materi yang demikian tentu juga didukung oleh pemateri yang berkompeten. Banyak pelajaran dan pemahaman yang diperoleh dari pemateri-pemateri yang hadir, banyak pula pesan yang disampaikan untuk pelajar. Salah satunya adalah dari Bapak Roli Abdul Rohman yang menyampaikan materi 12 Langkah Muhammadiyah, “Pelajar sekarang dekat dengan IT. Sebagai seorang pelajar jadikan IT sebagai sarana untuk mencerdaskan diri dan mencerahkan jiwa”.

Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoro ini juga dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur yaitu Ipmawan Wahyi Ba’dal Fitri dan Ipmawan A. Nurefendi Fradana (yang Desember lalu dilantik menjadi ketua bidang PIP Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah). Beberapa alumni juga hadir dalam agenda ini, turut meramaikan dan memberi semangat untuk kawan-kawan yang mengikuti TM II.

10882140_1012565692102923_1837869036765457286_nTerselenggaranya Pelatihan Kader Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoro ini tidak lepas dari kerja keras dan perjuangan seluruh personil Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bojonegoro dan Panitia Lokal dari Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sugihwaras yang menyediakan seluruh fasilitas selama berlangsungnya Taruna Melati II. Teruslah berjuang, berlomba-lomba dalam kebaikan, dan mencetak prestasi. Berakhirnya TM II bukan berarti berakhir pula perjuangan, jadikan TM II sebagai suntikan semangat untuk terus berjuang dan berkarya.
Nuun wal qolami wamaa yasthuruun. 
IPM Jaya!!! IPM Jaya!!! IPM Jaya!!!

Selasa, 25 November 2014

Dialog Pemuda dan Rakerda KNPI Jawa Timur


Batu, 25 November 2014.Seluruh elemen pemuda di Jawa Timur yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia menghadiri agenda Dialog Pemuda dan Rapat Kerja Daerah DPD KNPI Jawa Timur, diantaranya adalah DPD Kab/Kota KNPI Seluruh Jawa Timur dan OKP yakni IPM, IMM, HMI, GP Anshor, AMPI, Fatayat.

Rakerda ini dibuka oleh walikota Batu Eddy Rumpoko ditandai dengan pemukulan Gong, dalam sambutannya Eddy Rumpoko" Saya adalah mantan aktivis pemuda di Jawa Timur dan di Kota Batu KNPI dan OKP akan saya beri Hak dari pemerintah. Pemuda adalah cita-cita dan penerus masa depan bangsa Indonesia. seluruh elemen pemerintahan harus mendukung penuh Organisasi Kepemudaan baik itu pendanaan, moril dan sebagainya". Dialog Pemuda dan Rakerda DPD KNPI Jawa Timur ini akan berakhir tanggal 26 November besok dengan harapan Rakerda ini membuahkan hasil pikir dari DPD Kab/Kota dan OKP Tingkat Provinsi untuk menyelesaikan permasalah-permasalah Pemuda saat ini. (gal)

Jumat, 26 September 2014

FGD Organisasi Kepemudaan Jawa Timur Tahun 2014


Trawas - 25 September 2014. Dinas Pemuda dan Olahraga atau bisa disebut dengan DISPORA Provinsi Jawa Timur melaksanakan sebuah agenda pertama yakni Focus Group Discussion yang diikuti oleh seluruh organsiasi kepemudaan tingkat wilayah di Jawa Timur. FGD ini dibuka secara resmi oleh kepala bidang Pemuda Dispora Jawa Timur, dalam sambutannya dikatakan bahwa Pemuda-pemuda di jawa timur harus di pergunakan sebagaimana mestinya untuk ikut andil dalam membangun Jawa Timur khususnya dan Indonesia umumnya. FGD ini terlaksana dengan tujuan agar seluruh pemuda yang diwakili oleh OKP di jawa timur merumuskan atau membuat sebuah hasil diskusi yang lebih luar biasa untuk membantu dispora dalam memperdayakan pemuda di Jawa Timur ini. (gal)

Jumat, 19 September 2014

Muhammadiyah: Idul Adha Jatuh 4 Oktober 2014

 
JAKARTA –- Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah menegaskan bahwa Hari Raya Idul Adha Jatuh Pada Sabtu, 4 Oktober 2014. Penentuan hari raya tersebut dilakukan melalui metode Hisab.

“PP Muhammadiyah telah sepakat Idul Adha jatuh pada tanggal 4 Oktober 2014,” ujar Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas kepada ROL, Rabu (17/9). Untuk itu ia mengimbau kepada umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah untuk melakukan shalat Idul Adha pada tanggal tersebut. Selain itu, umat Islam disunnahkan untuk melakukan puasa sunnah ‘Arofah sehari sebelumnya.


Yunahar berharap agar ketetapan Hari Raya Idul Adha tersebut bersamaan dengan hari raya yang akan ditetapkan pemerintah Arab Saudi. Menurut dia, Pemerintah Arab Saudi baru akan memutuskan jatuhnya hari raya Idul Adha pada Kamis (25/9) nanti. 


Ia juga mengimbau warga Muhammadiyah dan umat Islam secara keseluruhan untuk berqurban. “Silahkan berqurban, bagi yang mampu untuk berqurban. Minimal satu keluarga satu kambing. Atau sepertujuh dari satu ekor sapi,” .


Selanjutnya, hewan kurban yang disembelih sebaiknya dibagi secara merata, dan mengutamakan orang yang berhak menerimanya. Hal itu itujukan agar terjadi pembagian secara merata.


“Jangan sampai di satu desa kelebihan daging qurban, sementara di desa lain ada yang kekurangan,” ujar dia. Prof. YUNAHAR menyatakan, momentum hari raya qurban ini merupakan saat yang membahagiakan bagi umat Islam, terutama kaum miskin dan duafa’ untuk menyantap daging kurban yang tidak biasa dikonsumsi setiap saat. [sp/RoL]

Yunahar Ilyas: Harap Jokowi JK Tidak Hapus Kementerian Agama

 
Jakarta - Kementerian Agama harus tetap ada dan namanya jangan diubah. Ini bagian dari sejarah bangsa. Hal tersebut disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng Raya 62 Jakarta, Rabu siang (17/9). Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintahan baru pasangan Joko Widodo dengan Jusuf Kalla tidak menghapus Kementerian Agama pada kabinetnya mendatang.
Kementerian Agama harus tetap ada dan namanya jangan diubah. Ini bagian dari sejarah bangsa. Menurut dia, adanya Kementerian Agama sangat dibutuhkan untuk mengurusi semua persoalan yang berkaitan dengan agama di Tanah Air dan menjauhkan dari bentuk negara sekuler.
Rumor tentang penghapusan Kementerian Agama mencuat setelah Jokowi-JK mengumumkan postur kabinet di pemerintahannya, Senin (15/9) malam. Dari 34 kementerian, disebut-sebut tidak terdapat Kementerian Agama, yang diganti dengan Kementerian Wakaf, Haji, dan Zakat.
“Kalau nama kementerian seperti itu, lantas mengurusi pernikahan, pendidikan agama dan lainnya bagaimana? Menurut kami harus tetap namanya Kementerian Agama," kata Guru Besar Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut. Pihaknya yakin pada pemerintahan baru nantinya tetap ada Kementerian Agama.
Sementara itu, tentang kriteria yang harus dimiliki seorang Menteri Agama, Yunahar yakin presiden sudah memahami dan mengantonginya. Muhammadiyah, kata dia, tidak mempermasalahkan menteri agama berasal dari organisasi tertentu, seperti Nahdlatul Ulama atau Muhamamadiyah. "Di samping jujur dan profesional, yang paling utama harus Muslim, faham agama, serta tidak mementingkan kelompok tertentu," katanya.
Pihaknya berharap Menteri Agama ke depan belajar banyak dari pengalaman agar tidak terulang lagi kasus yang tersandung masalah hukum. "Orang yang duduk di posisi ini bebannya lebih berat dari menteri yang lain karena menyandang agama," katanya.
Yunahar mengapresiasi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang dinilai mampu menggantikan peran Suryadharma Ali meski baru tiga bulan menjabat.
"Komunikasi yang dikedepankan Menteri Agama Lukman Hakim sangat tepat. Buktinya Muhammadiyah bersedia menghadiri sidang Isbat malam Hari Raya Idul Fitri 1435 H setelah dua tahun tidak pernah datang," katanya. [sp/muhammadiyah.or.id]

Minggu, 14 September 2014

Pelatihan Manajemen Organisasi IPM Jawa Timur

Surabaya, Ikatan Pelajar Muhamamdiyah Jawa Timur mempunyai agenda Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO). Agenda ini diikuti oleh Ketua Umum, Sekretaris Umum/Sekretaris, Bendahara/Wakil Bendahara Pimpinan Daerah IPM Se-Jawa Timur, PMO ini diarahkan bagaimana menata organisasi dari segi kepemimpinan, komunikasi, dan administrasi yang diharapkan menjadi organisasi pelajar yang tertib administrasi. PMO ini dibuka secara resmi oleh Ipmawan Adam Syarief  pada saat itu mewakili Ketua Umum yang sedang melakukan perjalanan dinas ke jakarta untuk mengikuti Acara Rapat Koordinasi Nasional Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Materi-materi PMO ini terdiri dari materi kepemimpinan dan manajemen organisasi serta Administrasi kesekretariatan dan Keuangan.

Bukan hanya PMO saja yang dilaksanakan, IPM Jawa Timur juga melaksanakan agenda Pleno diperluas untuk Pimpinan Daerah IPM Se Jawa Timur. Pleno ini membahas agenda besar nasional yakni Muktamar ke 19 Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang dilaksanakan di Jakarta. Dengan demikian IPM Jawa Timur akan mensukseskan Agenda besar Nasional ini. (gal)











Senin, 08 September 2014

Kota Kediri - IPM Meriahkan Ramadhan dengan "BUSUR" dan Bagi Ta'jil Gratis

Ramadhan yang sangat berwarna bagi Keluarga IPM Kota Kediri, Ungkapan salah satu kader IPM Kota Kediri. Terhias kenangan yang sangat indah bagi setiap kader sebelum menjalani liburan panjang hari kemenagan idul fitri. Hal ini dapat dilihat dari 3 acara sukses, pertama 23 juli Aksi Galang Dana Peduli Palestina, 25 Juli bagi-bagi ta'jil gratis dan dilanjutkan BUSUR (Buka dan Sahur Bareng) yang bertempat di Masjid Khusnul Khotimah Kec. Kota Kediri, sekitar 300 meter utara Kediri Mall.
Rangkaian acara diawali pembukaan pada pukul 15.00 dibuka oleh PD IPM Kota Kediri, ipmawan Alan dan dilanjutkan dengan pengemasan ta'jil sebelum dibagikan, adapun ta'jil adalah puding dan semangka. Setelah dilakukan koordinasi pembagian tempat dan jumlah ta'jil, seluruh kader dan anggota berangkat dengan gembira menuju perempatan kediri mall. Ta'jil dibagikan kepada masyarakat pada umumnya, khususnya pada tukang becak dan orang tua yang sedang mengayuh sepeda. Tidak sampai setengah jam 500 ta'jil yang disediakanpun sudah habis dibagikan kepada masyarkat secara gratis.
Setelah pembagian ta'jil IPM menyelenggarakan acara rutin setiap tahun yaitu buka bersama. Acara ini hampir dihadiri oleh seluruh anggota dan kader IPM se-Kota Kediri. Diantara peserta yang hadir, terlihat Ketua Umum PD IPM Kota Kediri 2010-2012 Ipmawan Fikri Ramadhan Siregar yang sekaligus menjadi pemateri dalam rangkaian acara BUSUR IPM, Beberapa teman seperjuangan dari Kota Blitar dan Kab. Kediri.
Rangkaian acara tidak kalah menarik dengan aksi turun ke jalan. Materi pertama dimulai setelah shalat tarawih diisi oleh Mas Ari, Beliau merupakan ketua FORBAIK Kota Kediri. Beliau terkenal sangat ceria, karena mempunyai slogan "salam senyum semangat" di dalam keyakinanya bersama teman FORBAIK. Selain umurnya yang masih muda, presentasi dengan gaya yang luwes menjadikan peserta hidup, mulai dari senam wajah, nasihat yang filosofis dan fakta yang mencengangkan. (Putri Roya H)

Jumat, 04 Juli 2014

Jadwal Lengkap Imsakiyah Ramadhan 1435 H Se-Indonesia


PP Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Ramadhan 1435 H akan tiba pada tanggal 27 Juni petang, sehingga puasa akan dimulai pada Sabtu, 28 Juni 2014. Ustadz Oman Fathurahman SW dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah menyusun jadwal imsakiyah berdasarkan metode hisab yang beliau lakukan.

Jadwal tersebut telah dimuat di Majalah Suara Muhammadiyah edisi 10/99/16 Rajab – 1 Sya’ban 1435 H, atau edisi 16-31 Mei 2014. Berikut adalah jadwal imsakiyah ramadhan 1435 H yang bisa Anda download dalam format PDF lebih kecil.

Format PDF

Sumber: Majalah Suara Muhammadiyah

Pengajian Ramadhan PWM Jawa Timur Angkat Tema Tentang Neurosains dan Qalb


Malang - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sabtu-Ahad besok 5-6 Juli 2014 akan menyelenggarakan Pengajian Ramadhan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang. Pengajian rutin yang diselenggarakan saat bulan Ramadhan tersebut akan di ikuti oleh 2500 orang lebih yang berasal dari  PDM, PCM, Ortom Se-Jawa Timur.
 
"Seperti pada tahun-tahun sebelumnya panitia akan menyulap Gedung Kuliah Bersama menjadi penginapan untuk para peserta, selain itu juga rusunawa sudah disiapkan." Ungkap Muhammad Najih, S.H M.H - Ketua Panitia Pengajian Ramadhan. Dijadwalkan pengajian akan dibuka langsung oleh Prof H.M Dien Syamsuddin M.A - Ketua Umum PP Muhammadiyah. Turut menyambut pula Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Thohir Luth dan Rektor UMM, Dr.Muhadjir Effendy. Pengajian Ramadhan tahun ini akan mengangkat tema "Rekonstruksi Masa Depan Berbasis Kejernihan Qalbu". Prof. Quraish Shihab akan menyampaikan materi tentang aspek intuitif manusia dalam perspektif Al-Qur'an dan dr. Taufik Pasiak akan menyampaikan materi tentang qalbu dari perspektif neurosains. Gubernur Jawa Timur, Dr. Soekarwo M.Hum juga dijadwalkan akan berbuka bersama dengan para peserta pengajian Ramadhan dan Pimpinan Muhammadiyah se-Jawa Timur. (zuh/sp)

Minggu, 15 Juni 2014

Malik Fadjar: Olimpiade Cetak Manusia Unggulan

Malang - Perhelatan olimpiade Ahmad Dahlan di lingkungan perguruan Muhammadiyah akan mencetak manusia unggulan yang menguasai ilmu agama dan umum. Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) MUhammadiyah Prof A Malik Fadjar ketika membuka Muhammadiyah National Olympicad and Conference di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu malam kemarin (14/6).
"Ilmu-ilmu umum (duniawi) dan ilmu agama menjadi bagian tak terpisahkan untuk mengantarkan anak didik, khususnya di lingkungan pendidikan Muhammadiyah untuk menjadi manusia unggulan. Keunggulan dan mutu itu sangat penting," kata Malik Fadjar.
Menurut dia, lahirnya manusia-manusia unggul yang membanggakan akan lahir pula generasi muda penerus yang mampu membawa inspirasi bagi Bangsa Indonesia ke depan. Oleh karena itu, olimpiade Ahmad Dahlan ini sangat tepat untuk membawa anak-anak muda penerus bangsa yang tidak hanya unggul dalam ilmu umum, tapi juga ilmu agama.
Sementara itu Ketua Majelis Pendidikan Dasar menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Baedhowi menyatakan olimpiade yang digelar setiap dua tahun sekali itu merupakan yang ke-4 dan dua tahun lalu diselenggarakan di Yogyakarta.
Ke depan, kata Baedhowi, provinsi pemenang olimpiade, baik dari lingkungan madrasah atau pondok pesantren (ponpes) wajib bersedia menjadi tuan rumah olimpiade berikutnya. "Namun, untuk mencapai kemenangan itu harus jujur untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu," ujarnya.
Ia mengemukakan tujuan olimpicad tersebut adalah sebagai wahana untuk memupuk tali persaudaraan antarsiswa dan guru di lingkungan Muhammadiyah di Tanah Air, media memperkuat jaringan dan kerja sama antarsiswa dan guru serta mendorong sekolah, madrasah atau ponpes Muhammadiyah untuk meningkatkan mutu dan prestasi agar memiliki daya saing tinggi.
Selain itu, katanya, menggerakkan para pemangku kepentingan di sekolah, madrasah atau ponpes Muhammadiyah untuk tetap berkomitmen terhadap pendidikan dasar dan menengah menjadi lembaga yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Muhammadiyah Olimpicad and Conference digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu (14-15/6) yang diikuti sekitar 5.500 siswa-siswi jenjang SD hingga SMA di lingkungan perguruan Muhammadiyah di Indonesia.
Selain adu keterampilan, pengetahuan umum dan agama, juga ada pertandingan olah raga khususnya silat serta konferensi yang diikuti oleh guru di lingkungan perguruan Muhammadiyah di seluruh wilayah Nusantara.

Sabtu, 07 Juni 2014

PW Muhammadiyah Jawa Timur Siap Rehabilitasi Dolly dengan Pemberdayaan

Surabaya - PImpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (Jatim) mendukung rencana Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini untuk menutup lokalisasi prostitusi Dolly pada 18 Juni 2014. Muhammadiyah bahkan bersedia membantu merehabilitasi Dolly pascapenutupan dengan memberikan pendampingan dan bantuan modal usaha.

‘’Kami mendukung program Bu Risma menutup Dolly meskipun ada pihak-pihak yang menolaknya. Justru, pihak-pihak yang menentang penutupan itu harus diluruskan logika berpikirnya,’’ ujar Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim, Najib Hamid, Jumat (6/6)

Para pekerja seks komersial (PSK), mucikari hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) disebutnya mati-matian menolak Dolly ditutup dengan alasan melanggar hak asasi manusia (HAM). Padahal, kata dia, lokalisasi prostitusi merupakan bentuk perbudakan. Dia menyebutkan, sejatinya PSK tidak memiliki niat untuk menjual diri. Sehingga, penutupan Dolly sebagai langkah untuk meningkatkan martabat manusia. 


Belum lagi ancaman lain jika prostitusi Dolly dibiarkan beroperasi yaitu anak-anak di sekitar Dolly yang menjadi korban asusila. Salah satunya penyebaran virus mematikan yakni HIV/AIDS. 

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kata dia, maka Pemkot Surabaya harus mengedepankan dialog. Apalagi, Indonesia adalah negara demokrasi yang mengedepankan dialog. Kalaupun ada pihak yang menolak penutupan Dolly maka perlu diadakan dialog tanpa ada kekerasan. Tak ingin Pemkot Surabaya melakukan berjuang sendiri, pihaknya mengaku siap memberikan bantuan untuk rehabilitasi Dolly pascapenutupan. Namun bukan dengan cara anarkis seperti demonstrasi dan pentungan saat eksekusi penutupan.

Sebenarnya, kata dia, program yang ditawarkan pihaknya untuk rehabilitasi Dolly bukanlah program baru. Dia menyebutkan, sejak awal tahun 2011 lalu, pihaknya telah meluncurkan program khusus yaitu dakwah di lingkungan lokalisasi. Dana program itu berasal dari donator Muhammadiyah. 

Dia menceritakan, Muhammadiyah telah memberdayakan penghuni bekas lokalisasi Dupak Bangunsari dan Kremil, seperti pelatihan kewirausahaan. Tak hanya itu, pihaknya juga memberikan modal untuk usaha secara bertahap. Diantaranya, memberikan uang untuk modal sebanyak Rp 10-15 juta per kios. Masyarakat kemudian memanfaatkan bantuan modal itu untuk membuka usaha seperti cuci pakaian. Dakwah ini, kata dia, diakui cukup berhasil bahkan kini menjadi program unggulan. Program inilah yang akan dilanjutkan di Dolly. 

‘’Meski kami belum (terlibat) terlalu jauh tetapi kami akan terus memberdayakan masyarakat dan memberikan pendampingan penghuni Dolly. Jadi benar-benar mengangkat martabat,’’ ujarnya. (republika/SP)

Kamis, 05 Juni 2014

Sekolah Ilmu Pelajar Berkemajuan, IPM Jawa Timur


Malang - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur melaksanakan kegiatan Sekolah Ilmu Pelajar Berkemajuan dan PElatihan Da'i Pelajar Muhammadiyah yang bertempat di Panti Asuhan Putera Muhamadiyah yang dilaksanakan tepat pada hari Kamis, 29 Mei dan akan berakhir pada hari Minggu, 31 Mei 2014. Pelatihan ini, Sekolah Ilmu Pelajar Berkemajuan khususnya diikuti oleh 23 peserta dari berbagai daerah Se-Jawa Timur. Acara semakin menarik dengan adanya pemateri yang memang ahli dalam bidangnya, dengan peserta yang aktif, semakin menambah keseruan acara ini. Para peserta diharapkan bisa mengambil manfaat dari acara ini dan mengimplementasikannya secara real. (uum_gresik)

Senin, 07 April 2014

Seminar Menembus UN/ SBMPTN dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Kediri


Kediri- Ujian Nasional untuk tingkat SMP tinggal sebulan lagi apalagi untuk tingkat SMA/SMK yang tinggal menghitung jari, kali ini Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Kediri mengadakan sebuah acara khusus untuk para pelajar tingkat SMP, SMA dan SMK. Menembus UN (Ujian Nasional)/ SBMPTN Tanpa Stress, dilaksanakan tanggal 6 April 2014 bertempat di gedung LEC Perguruan Muhammadiyah Kota Kediri. Sekitar pukul 09.00 WIB, acara dibuka dengan bacaan basmallah, sekitar 23 pelajar non-muhammadiyah dan 43 pelajar Muhammadiyah telah memenuhi salah satu ruangan yang cukup luas di gedung LEC Perguruan Muhammadiyah Kota Kediri. Total keseluruhan para pelajar yang mengikuti acara ini berjumlah 66 orang.  

Laki-laki bertubuh tinggi, berambut pendek gelombang, tak lupa akan kacamatanya setia menemaninya setiap acara yang dipandunya, Dadang Kriswanto namanya. Untuk kedua kalinya, Kang Dadang ini akan membagikan atau bahasa gaulnya, sharing pengalamannya dengan para pelajar yang mengikuti seminar tsb.

Tak lupa pula, seminar ini dihadiri oleh Ayahanda Hari selaku Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Kediri, Ipmawan Wahyi Ba’dal Fitri selaku perwakilan dari Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur, serta 21 pelajar dari Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Tulungagung. 



“Biasanya, para pelajar SMA/SMK pasti merasakan yang namanya dag dig dug, gugup dan stress seminggu sebelum Ujian Nasional dilaksanakan” ucap Kang Dadang saat seminar.
Bapak Hari selaku Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Kediri berpendapat bahwanya, “Kalian harusnya bersyukur akan terselenggarakannya Seminar Menembus UN/ SBMPTN tanpa Stres, Mengapa ? Saat zaman SMA saya, tidak ada yang namanya seminar yang memberi motivasi inspirasi seperti ini”candanya
“Perjuangan bukanlah disambut dengan tepukan tangan tapi Perjuangan disambut dengan cacian dan hinaan, itulah yang disebut dengan perjuangan.” Tegas Wahyi Ba’dal ketika memberikan sepatah dua kata untuk sambutan.
Acara pun berlangsung dengan guyonan canda tawa, kagum akan cerita para pelajar yang sukses menempuh pendidikan berkualitas tinggi yang sebelumnya dalam keadaan tak layak menempuh pendidikan sarjana. Menangis akan tragedi jalur Gaza yang penuh dengan jeritan rakyat Palestina.

Semangkuk es krim manis penuh dengan warna yang gratis pun menjadi penutup seminar Menembus UN/SBMPTN Tanpa Stress kali ini. Banyak ilmu dan motivasi tertancap dalam pikiran dan hati para pelajar yang mengikuti seminar ini.

“Bersyukur adalah solusi dari semua kejenuhan kita” tutup Ipmawati Ratna selaku pembawa acara pada seminar tersebut. (IpmawatiBalqis)




Selasa, 01 April 2014

Taruna Melati 3 IPM Jawa Timur Sukses Dilaksanakan di Gresik



Gresik,  Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur melaksanakan Agenda Perkaderannya yaitu Pelatihan Kader Taruna Melati 3. Pelatihan Kader Taruna Melati atau bisa disebut (PKTM 3) ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik selama 4 hari 3 malam pada tanggal 27-30 Maret 2014, dan diikuti sebanyak 30 Peserta dari berbagai daerah Kabupaten dan Kota IPM di Jawa Timur. TM 3 yang menjadi agenda utama Bidang Perkaderan IPM Jawa Timur ini mengusung tema "Membumikan Gerakan Ilmu Untuk Pelajar Berkemajuan" dengan tema tersebut Bidang Perkaderan berharap para peserta PKTM 3 IPM Jawa Timur ini bisa menjadi lebih progresif dan berkemajuan untuk berdakwah dan membesarkan IPM di daerahnya masing-masing. Selama 4 hari 3 malam peserta TM3 di godok ideologinya dan semangatnya untuk memberikan pemikiran lebih luas tentang Agama Organisasi dan Pergerakan IPM serta strategi-strategi dakwah di kalangan Remaja dan Pelajar pada era Golbalisasi ini, berbagai materi juga diberikan untuk memperbanyak Faham dan Refrensi para peserta untuk melangsungkan perjuangannya. Bukan hanya sekedar mecari Syahadah TM3 para alumni pelatihan ini akan berusaha membantu IPM Jawa Timur untuk mendampingi Pimpinan Daerah IPM Kabupaten dan Kota seluruh Jawa Timur ucap Ipmawan Riki Purnomo Ketua korps Alumni PKTM 3 GKB 2014 ini. (gal)




 

© 1435 H | 2014 M. Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur - Created by PIP IPM Jawa Timur